<< October 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Sep 27, 2008
Bank Mega Syariah Salurkan Zakat Lewat LDII

Sepuluh lembaga dan ormas islam pada Kamis (17/06) mendapatkan penyaluran zakat dari Bank Mega Syariah. Mereka di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Lazis Dewan Dakwah (DDII), Laziz Muhammadiyah, Dompet Dhuafa Republika, Rumah Zakat Indonesia, YPI Al-Azhar, Laznas, PKPU dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Penyaluran zakat senilai 3,1 milyard tersebut diserahkan langsung oleh Hj. Ani Murdiati, selaku direktur Bank Mega Syariah mewakili Muzaqqi (pihak yang berzakat). Sedangkan KH. Didin Hafidudin dari Baznas didaulat mewakili para Muztahiq (penerima zakat) untuk menerima secara simbolis. Dalam sambutannya Hj. Ani Murdiati mengharapkan zakat tersebut dapat disalurkan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan umat. “Kami mengharapkan doa para Muztahiq agar pada tahun-tahun berikutnya Bank Mega Syariah dapat meningkatkan profit sehingga jumlah zakat yang disalurkan juga semakin meningkat” ucapnya. Selain berupa uang, Bank Mega Syariah juga menyerahkan 3 buah mobil untuk operasional di lapangan kepada Dompet Dhuafa Republika, YPI Al Azhar dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Ketua umum DPP LDII, KH. Abdullah Syam yang datang langsung bersama Bendahara DPP LDII H. Sidiq Waskito, Ketua DPP LDII H. Azhar Budiman dan Wasekjen DPP LDII H.Eddy Supriyadi menyatakan rasa syukur dan ucapan terimakasihnya kepada pihak Bank Mega Syariah yang telah pula menyalurkan zakatnya kepada LDII. ”Zakat ini sebagai titipan dan merupakan amanat dari Muzaqqi. Insya Allah LDII akan mengelolanya dengan sebaik-baiknya untuk tujuan sosial dan kemaslahatan umat”. (noe-de-86)


Posted at 02:17 pm by ldii
Make a comment  

LDII Adakan I’tikaf Bersama di Masjid Albina Senayan

Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar itikaf akbar yang berlangsung di Masjid Al-bina, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan pada Minggu malam 21 September kemarin. Acara ini dihadiri ribuan orang hingga masjid serta pelatarannya penuh sesak. Hadir dalam i’tikaf bersama ini adalah beberapa ormas, perwakilan dari Depag, perwakilan dari MUI Pusat, para penulis buku “LDII After New Paradigm” dan beberapa undangan lainnya.

Acara dengan tajuk “Dengan I’tikaf Kita Membangun Akhlaq Bangsa” ini dimulai setelah sholat tarwih dan selesai sampai waktu sahur. Tujuan digelarnya i’tikaf bersama ini antara lain adalah untuk memanjatkan doa bersama atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Seperti permasalahan kemiskinan hingga masalah kemaksiatan. Acara ini juga sebagai upaya menghidupkan sunah nabi pada 10 malam terakhir Ramadan. Pada acara i’tikaf ini juga diselingi pemberian santunan kepada 50 anak yatim piatu di Jakarta.

Untuk mendukung mudik Lebaran tahun ini, LDII menyatakan juga akan menggelar aksi simpatik dengan mendirikan 30 posko mudik di sepanjang Pulau Jawa dan Sumatra. berikut ini adalah beberapa dokumentasi acara kemarin.


Posted at 02:09 pm by ldii
Make a comment  

 
Sep 14, 2008
Paradigma Baru LDII
Paradigma baru LDII atau Lembaga Dakwah Islam Indonesia adalah upaya klarifikasi yang dilakukan oleh LDII ke seluruh umat dan berbagai pihak terutama Majelis Ulama Islam Indonesia terhadap isu-isu negatif yang dilontarkan oleh segelintir anggota masyarakat yang hanya memahami Islam dan LDII sepotong-sepotong atau belum memahami sepenuhnya tentang Islam dan LDII.

Upaya ini merupakan hasil dari masukan dari sebagian masyarakat agar LDII tidak diam saja ketika dicaci maki, dihina, dianggap sesat, dihujat tidak henti-hentinya oleh segilitar orang yang belum sepenuhnya memahami LDII maupun Islam secara keseluruhan.

Sebagian besar masyarakat tersebut memahami eksistensi LDII didalam melakukan kebajikan atau amal shaleh dengan tanpa pamrih dan terus menerus melakukakannya walaupun cacian dan hujatan tidak pernah berhenti bahkan banyak telah menelan korban jiwa. Hujatan dan Cacian ini merupakan ujian terhadap LDII tentang kesungguhan dalam menegakkan kebenaran, apakah tetap konsisten. Sama halnya ketika rasulullah melakukan dakwah Islam, dimana cacian dan hujatan tidak pernah berhenti bahkan nyawapun terancam. Sikap rasulullah adalah tetap sabar dan tetap konsisten untuk tetap amar ma'ruf dan nahi mungkar dan demikian juga LDII.

Paradigma LDII diharapkan masyarakat yang belum memahami tentang LDII dapat segera mengetahui kebenaran sesungguhnya dan menepis cacian dan hujatan yang dampaknya kalau dibiarkan akan dapat memecah-belah umat dan merugikan masyarakat Indonesia bahkan bangsa Indonesia.

Posted at 12:28 am by ldii
Make a comment  

Tentang LDII

Lembaga Dakwah Islam Indonesia disingkat LDII adalah sebuah organisasi islam di Indonesia. Sebelumnya sejak tanggal 13 Januari 1972 organisasi ini bernama LEMKARI. Pada tahun 1990 saat berlangsungnya Musyawarah Besar LEMKARI ke IV di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, oleh Rudini, Menteri Dalam Negeri saat itu, organisasi ini diubah namanya menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dengan alasan agar namanya tak tertukar dengan Lembaga Karatedo Indonesia yang juga memakai nama LEMKARI. LDII saat ini dipimpin oleh Ketua Umumnya Prof.Riset.Dr.Ir. KH. Abdullah Syam, MSc yang memiliki perwakilan di setiap provinsi dan 407 DPD Kota/Kabupaten, 4500 PC dan ribuan masjid yang tersebar di seluruh nusantara. Jumlah pengikut LDII menurut data statistik organisasi antara 25-29 juta jiwa di seluruh dunia. Pemerintah RI dan MUI juga mengakui bahwa warga LDII memiliki budiluhur yang baik dan menghormati hukum.

Metode Pengajaran LDII
Di dalam mengajarkan ilmu Alqu’ran dan Alhadits, LDII tidak menggunakan sistim kelas seperti pada umumnya. Metode penyampaian guru membacakan Al Quran,mengartikannya secara kata per kata dan menafsirkannya dengan dasar penafsiran dari hadits yang berkaitan dan penjelasan beberapa ahli tafsir, misalnya tafsir Ibn Katsir. Murid-murid mencatat arti kata-per kata di Al Qurannya dan juga penjelasan tafsirnya. Untuk AL Hadits cara yang sama diajarkan, dimana guru dan murid sama-sama memgang hadits yang sama dan melakukan kajian. Hadits yang dipelajari adalah utamanya hadits kutubussittah (Bukhori, Muslim, Abu Dawud, Nasai, Timidzi, Ibn Majah) dan juga hadits lainnya seperti Malik al Muatho, dan musnad Ahmad., disamping itu mereka juga mempelajari himpunan hadit sesuai temanya, sepeti kitab sholat yang berisi tatacara sholat sesuai ajaran Nabi Muhammad yang tertulis dalam beberapa sumber hadits, kitab puasa (shoum), kitab manasik haji, dan lain-lain. Dengan mempelajari hadits secara langsung dari kitab aslinya berarti secara langsung mengetahui suatu hadits apakah shohih atau lemah, sehingga terhindar dari rusaknya ilmu dan amal mereka.

Metode pemaknaan perlafadz itulah yang membuat para anggota LDII banyak menguasai kata-kata arab yang sangat berguna dalam kehidupan beragama. Misalnya mereka dapat mengerti apabila sedang membaca Al Quran tanpa harus mempelajari ilmu bahasa arab atau ilmu alat (nawnu, shorof) karena ulama LDII beranggapan bahwa pencerdasan ilmu Al Quran bukan hanya milik ulama tetapi untuk semua orang, karena memang AL Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia bukan hanya untuk ulama tertentu. Semoga Allah Ta’ala memberi petunjuk pada kita semua.

Aktivitas Pengajian LDII
LDII menyelenggarakan pengajian dengan rutinitas kegiatan yang cukup tinggi karena Al Qur’an dan Al Hadits itu merupakan bahan kajian yang cukup banyak dan luas. Di tingkat PAC umumnya pengajian diadakan 2-3 kali seminggu, sedangkan di tingkat PC diadakan pengajian seminggu sekali. Untuk memahamkan agama islam yang sesuai dengan qur’an dan hadist, LDII mempunyai program pembinaan cabe rawit (usia prasekolah sampai SD) yang terkoordinir diseluruh masjid LDII. Selain pengajian umum, juga ada pengajian khusus remaja dan pemuda, pengajian khusus Ibu-ibu, dan bahkan pengajian khusus Manula/Lanjut usia.Ada juga pengajian UNIK (usia nikah) Disamping itu ada pula pengajian secara umum kepada masyarakat yang ingin belajar Al-qur’an dan hadits. Pada musim liburan sering diadakan Kegiatan Pengkhataman Al-qur’an dan hadits selama beberapa hari yang biasa diikuti anak-anak warga LDII untuk mengisi waktu liburan mereka. Dalam pengajian ini pula diberi pemahaman kepada seluruh warga LDII tentang bagaimana pentingnya dan pahalanya orang yang mau belajar dan mengamalkan Al-qur’an dan hadits dalam keseharian mereka.

Setiap bulan Ramadhan, terutama pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, seluruh masjid LDII selalu penuh sesak digunakan oleh masyarakat beribadah non-stop mulai jam setengah delapan malam (sehabis sholat Isya’) hingga sebelum subuh (sekitar pukul setengah empat pagi) untuk mencari Lailatul Qadar.

Sumber Pendanaan LDII
Didalam membiayai segala macam aktivitasnya menurut ketentuan ART organisasi pasal 35, LDII mendapatkan dana dari sumbangan sah dan tidak mengikat yang sebagian besar dikumpulkan secara sukarela dari warga LDII sendiri (swadana) tanpa paksaan apapun. Selain dari warganya, LDII juga menerima sumbangan dalam berbagai bentuk dari pemerintah RI, swasta maupun perorangan.

Kontroversi
Gerakan LDII merupakan lembaga yang berusaha membangun peradaban Islam berdasarkan tuntunan Al-quran dan Al-hadits tetapi menuai banyak kontroversi dan dianggap sesat oleh beberapa aliran Islam lainnya akibat kesalahpahaman yang sering terjadi akibat rendahnya pengetahuan masyarakat tentang aktivitas pengajian LDII [1], terutama dengan tuduhan mereka terhadap adanya doktrin-doktrin LDII yang diduga tidak sesuai dengan ajaran Islam seperti penghalalan harta kelompok lain di luar kelompok mereka untuk diambil (padahal tidak benar), konsep manquul pada pembelajarannya, pembayaran denda sebagian harta untuk menebus dosa, dan lain-lain. Pihak LDII sendiri membantah hal tersebut dan menuduhnya sebagai propaganda untuk menjatuhkan LDII. Hal tersebut dapat dilihat pada terbitnya buku berjudul “Islam Jama’ah : Di Balik Pengadilan Media Massa” (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/LDII)


Posted at 12:27 am by ldii
Make a comment  

LDII on Blogdrive

اَلسَّالاَمُ عَلَيِْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَهِ وَبَرَكاَتُهُ

Selamat datang di Blog LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)

Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII adalah sebuah organisasi Islam di Indonesia. Blog ini berisi tentang berita dan kegiatan seputar LDII, artikel Islam dan beberapa
nasihat agama.

Keberadaan blog ini bertujuan untuk menyampaikan informasi seputar LDII kehadapan media.  Melalui blog ini diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan komunikasi antara masyarakat publik dengan LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia).  Semoga keberadaan blog ini bisa memberi manfaat bagi kemaslahatan ummat islam secara keseluruhan.

اَلْحَمْدُلِلَهِ جَزَ كُمُ اللَهُ خَيِْرًا


Posted at 12:25 am by ldii
Make a comment